b7-580x300

Sinematografi berasal dari bahasa Yunani yang artinya “writing with motion”. Sinematografi memiliki arti lebih dari sekedar fotografi. Christopher Doyle menyebutkan bahwa “Sinematografi adalah sebuah proses penterjemahan ide (cerita) ke dalam suatu bentuk visual”. Tugas sinematografer sendiri meliputi penentu keputusan bagaimana film akan direkam. Mulai pemilihan jenis kamera, jenis lensa, komposisi dalam bercerita sampai dengan warna apa yang akan ditampilkan. Karena fungsinya tersebut sinematografer adalah orang yang paling dekat dengan sutradara.

Dalam tulisan kali ini, penulis akan mencoba membahas sinematografi di film arahan Alejandro Gonzalez Inarritu yang berjudul Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance). Film ini bercerita tentang seorang actor yang sudah mulai redup yang ingin mengangkat namanya kembali dengan menulis, menyutradarai dan memerankan sebuah drama panggung Broadway. Ditulis oleh sang sutradara sendiri dan dibantu Nicolás Giacobone, Alexander Dinelaris, Jr. dan Armanda Bo serta diperankan oleh Michael Keaton sebagai tokoh utama dan juga Edward Norton, Emma Stone, Naomii Watts dan Zach Galifianakis. Untuk posisi sinematografer diduduki oleh rekan senegara Inarritu, Emmanuel Lubezki dan dibantu oleh camera operator Chris Haarhoff.

  • Sinematografer

Screen-Shot-2014-10-27-at-1.45.12-PM

Emmanuel Lubezki dikenal sebagai salah satu sinemtografer terhebat yang ada di bumi saat ini. Pencapainnya menghasil 6 nominasi Oscar dan 1 Oscar untuk karyanya dalam film Gravity (2013). Birdman adalah kerjasama pertamanya untuk film lepas dengan Inarritu, setelah sebelumnya pernah bekerjsama di iklan komersial Nike untuk Piala Dunia 2010 berjudul Write The Future.

Lubezki pada wawancaranya mengatakan bahwa sebenarnya dia tidak ingin ikut serta di proyek ini. Dia berharap Inarritu memakai orang lain. Dikarenakan dia merasa bahwa filmnya sepertinya buruk. Pada saat diminta membaca naskahpun Lubezki mau dikarenakan factor pertemanan. Setelah membaca naskah dan diberikan penjelasan bahwa film ini akan seperti sebuah film tanpa cut dengan genre Magical Realism, barulah Lubezki tertarik.

  • Mengapa Tanpa Cut ?

Dalam wawancara yang sama, Lubezki juga menjelaskan bahwa film memang ditulis sedemikian rupa oleh Inarritu. Hal tersebut dibutuhkan agar penonton ikut masuk dalam cerita, merasakan bagaimana ribetnya Opening Night, merasakan bagaimana perubahan emosi dari Riggan serta merasakan secara lebih dekat konflik yang sedang dialami oleh Riggan. Jadi bukan hanya sebuah gimmick semata.

b9

  • Bagaimana mungkin ?

Ada dua film yang memakai style yang hampir mirip. Film Alfred Hitchcock berjudul Rope (1948) dan historical drama film dari Rusia berjudul Russian Ark (2002). Filmnya sendiri bukan berarti tanpa cut, melainkan menggunakan tekhnik hidden cut di post processing. Ada cut tapi disamarkan saat perpindahan scene. Seperti saat melewati pintu, memasuki ruang yang gelap, dan beberapa lagi. Untuk Birdman sendiri meski menggunakan tekhnik hidden cut tapi tetap memiliki durasi yang panjang dalam satu scene nya, rata-rata hampir berkisar 10 menit dan yang terlama adalah 15 menit. Ditambah dengan gerak kamera yang harus bisa berputar 360 derajat, film ini tetap memiliki kesuiltan yang tinggi.

  • Coba jelaskan cara produksinya?

Dalam proses produksi ada 5 tahapan yang dilakukan, yaitu : Block, Light, Rehearse, Tweak dan Shoting.

Pada Birdman proses Blocking awalnya hanya dilakukan Inarritu dan Lubezki saja. Membuat mini set di studio milik Sony lalu merekamnya dengan kamera kecil. Mereka berdua menentukan dimana nantinya tokoh utama berada dan dimana nantinya posisi kamera. Setelah yakin bahwa Birdman dengan style yang diinginkan memungkinkan untuk diproduksi baru Inarritu mengajak Production Designer Kevin Thompson dan editor Stephen Mirrione.

Birdman-ChivoBlocking

Saat proses blocking ini Lubezki mulai mencari bagaimana cara yang nantinya memudahkan proses editing hidden cut tersebut. Gerak, angle dan lokas kamera ditentukan disini. Pada pelaksanaannya Lubezki memilih kamera favoritnya (digunakan di filmnya sejak era The New World sampai Gravity) Arri Alexa dengan format ArriRaw dan dalam aspect ratio 1.85:1. Untuk scene handheld digunakan Alexa M dengan custom backpack. Untuk lensa dipilih lensa-lensa lebar dengan wide open pula dari Ziess Master Prime Lens dan Leica Summllux.

Arri-Alexa

ZEISS-UP-2

Menurut Lubezki, lighting adalah tantangan utama dari film ini. Kebiasaannya memanfaatkan available light tanpa artificial light membuat proses shooting menjadi semakin sulit. Dengan gerak kamera yang kompleks (y-axis, z-axis, x-axis, 180 dan 360), kamera harus tetap mampu menangkap objek dengan sangat baik tanpa ada gangguan shadow dan highlight yang berlebih. Untuk mengatasi kesulitan tersebut setting kamera diberlakukan. Dipilih iso 1200 agar kamera lebih sensitive dengan cahaya walaupun cahaya yang tersedia hanya sedikit. Kemudian pada dipilihlah bukaan f2 untuk memperoleh shutter speed yang diinginkan walaupun dalam kondisi cahaya minim.

hero_Birdman-2014-1

Saat proses rehearse ditemukan bahwa ada hal-hal yang mengganggu terutama pada lighting ketika kamera bergerak 180 dan 360 derajat. Lampu teater, lampu ruangan dan atau lampu lorong kebanyakan berada satu garis lurus. Sehingga ketika kamera bergerak 180 dan 360 derajat membuat shadow blocking pada actor. Dari sana pada proses Tweaking dilakukan sedikit perubahan pada posisi lighting dan pada cara pengambilan gambar. Disekitar Lubezki dan kamera operator diletakkan difusser. Difusser ini berfungsi untuk memblock cahaya saat pergerakan kamera agar tidak membentuk bayangan dari crew di bagian tubuh actor yang sedang di shoot.

Penggunaan cara tersebut membuat saat proses shooting Lubezki dan Chris Haarhoff dikelilingi beberapa orang yang memegang diffuser tersebut. 4-8 orang tersebut harus bergerak seirama dengan gerak kamera yang telah ditentukan. Lubezki mengatakan tentang proses shoting tersebut “Every time you see a shot, there were eight people moving with me. It was like a ballet — that’s what made it truly exciting.”

bird11

 

 

Setelah semua proses dilalui kemudian masuk pada proses editing. Yang dilakukan pertama adalah mengatur kontras. Karena dilakukan dengan available light maka menghasilkan kontras yang berbeda. Antara scene di dalam theater, di jalan, di ruangan memiliki kondisi cahaya yang berbeda-beda. Dari sana lalu kemudian disamakan kontras masing-masing scene. Setelah kontras sama, proses selanjutnya adalah memperbaiki exposure yang diterima objek atau exposure saat scene hidden cut.  Menambah terang atau gelap tergantung kebutuhan. Dan yang terakhir adalah coloring untuk menyamakan tone warna.

bird-14

 

bird13

  • Apakah hasilnya bagus ?

Dengan raihan nominasi Oscar untuk cinematography maka bisa dibilang hasilnya sangat bagus. Meski editing malah tidak menerima nominasi. Dengan pencapaiannya disini banyak pihak yang menyebutkan bahwa Lubezki is inhuman. Tingkat kesulitan yang sangat tinggi dan gerak kamera yang tak masuk akal tadi tidak hanya bisa dilakukan tapi dia bisa membuat scene-scene tersebut tetap eyegasm dan sesuai ciri khas dia. Dengan lensa lebar kita bisa mengetahui kondisii di theater, tidak ada kesan glamour disana dan memberikan atmosfer yang tepat. Penggunaan hiden cut juga memberikan kesan kepada penonton ikut merasakan secara langsung apa yang sedang terjadi di film. Meski ada beberapa minor terutama pada pengunaan stabilizer saat editing yang masih menyisakan bekas di filmnya tak bisa dipungkiri Birdman adalah pencapaian terbesar Emmanuel Lubezki mengalahkan pencapaiannya sendiri di Children Of Men dan Gravity.

b15

 

oleh : Yohan Arie (@aerorun)