Broken depiction of an Unbroken tale

Unbroken_trailer

Berkisah tentang perjalanan hidup Louis Zamperini, seorang atlit lari olimpiade AS yang menjadi tawanan Jepang dan disiksa secara kejam selama 2 tahun setelah berhasil bertahan hidup didalam sekoci yang terombang-ambing 47 hari di tengah laut. Diadaptasi dari buku non-fiksi karya Laura Hillenbrand yang berjudul Unbroken: A World War II Story of Survival, Resilience, and Redemption yang menjadi film ke-2 Angelina Jolie selaku sutradara dan produser.

Unbroken memiliki sebuah materi cerita yang kuat apalagi ini diangkat dari sebuah kisah nyata dan Coen Brothers hadir selaku penulis naskah, tentunya sangat berpotensi untuk mengangkat emosi penonton saat menikmati jalinan ceritanya, tapi sayang ternyata gagal.

Film dibuka dengan Louis Zamperini berada dalam pesawat Bomber dalam misi pengebomban ke Kepulauan Nauru. Jolie berhasil membuka film ini dengan penuh ketegangan dan intensitas yang tinggi. Penonton dibawa masuk kedalam situasi usaha Zamperini melarikan diri dari serangan pesawat Jepang, dan walaupun berhasil kabur tetapi masalah tidak berhenti dari situ karena pesawat Zamperini sendiri tertembak dan harus melakukan pendaratan darurat. Dengan awal seperti itu Unbroken memiliki opening yang menjanjikan untuk kemudian penonton mengikuti apa yang terjadi selanjutnya, ternyata tidak. Sesuai dengan judulnya, penonton hanya diperlihatkan kegigihan dan semangat Zamperini yang mengalami penderitaan dan siksaan, tanpa emosi sama sekali. Tidak ada perasaan yang terbangun melihat berbagai siksaan, tidak juga ada simpati yang keluar ketika melihat apa yang terjadi dengan karakter utama. Angelina Jolie gagal untuk membangun sebuah jalinan cerita yang mampu membawa emosi penonton dan membuat keseluruhan durasi yang melebihi 2 jam ini menjadi tontonan yang menyiksa. Mungkin memang ini maksud Angelina Jolie dari awal, membuat film tentang seseorang yang disiksa untuk kemudian menyiksa penonton dengan filmnya.

la-et-mn-unbroken-review-20141225

Berdasarkan kisah nyata, seharusnya membuat Unbroken menjadi tontonan yang kuat, yang mampu menginspirasi penonton dengan kisah hidup Zamperini ini, tetapi Angelina Jolie sendiri pencerita yang buruk, dia seakan tidak memiliki visi untuk membawa cerita menjadi lebih menarik dan memberikan dimensi lain ke penonton. Jack O’Connell sebagai Zamperini bermain cukup baik, tapi tanpa jalinan cerita yang bagus tetap saja terlihat hampa.

War camp

Satu hal yang melegakan menonton Unbroken adalah ketika filmnya selesai dan cuplikan Zamperini lari membawa Obor Olimpiade di Nagano tahun 1998 di umur 80 tahun.

Sebagai salah satu film dengan beberapa nominasi Oscar, Unbroken tampil mengecewakan, kisah hidup Zamperini yang bisa dianggap sebagai pahlawan perang, sebuah contoh determinasi, daya juang dalam melewati berbagai penderitaan gagal dalam setiap aspeknya. Membuat Zamperini hanya sebagai objek siksaan. Klimaks perjuangan hidup di akhir filmnya pun hanya sebagai angin lalu tanpa membawa perasaan apapun ke penonton. Pada akhirnya Unbroken menjadi karya yang mudah untuk dilupakan. Karya medioker dari sutradara medioker.

535px-1_stars.svg

By: @FXArdhi