the-boy-next-door-poster

Entah apa yang ada di dalam benak Claire (J.Lo). Ibu satu anak yang sedang pisah ranjang ini tak kuasa menolak rayuan cinta satu malam dari tetangga barunya, seorang pemuda tampan bertubuh atletis bernama Noah (Ryan Guzman). Ketika Claire merasa tidak nyaman dan ingin mengakhiri hubungan itu, Noah menggila dan mulai melancarkan teror kepada Claire dan orang-orang terdekatnya. Tujuannya hanya satu, agar si tante idaman mau meladeni cinta yang bertepuk sebelah tangan.

jennifer-lopez3

Kita mengenal genre thriller dengan premis kurang lebih sama lewat film-film seperti Fatal Attraction (1987), Fear (1996) atau yang agak baru Obsessed (2009)-nya Beyonce. Intinya tentang obsesi karena ketertarikan seksual. The Boy Next Door berusaha merevitalisasi genre tersebut melalui sutradara senior Rob Cohen dan screenwriter debutan Barbara Curry. Cohen kita kenal sebagai orang yang merintis franchise film aksi sukses Fast and Furious, tapi setelah itu karya-karyanya memang amburadul. Sebut saja Stealth (2005) atau Alex Cross (2012). Grafik menurun itu kembali terlihat di film ini.

622x350

Ada beberapa bagian dimana gaya direksi Cohen berhasil menghadirkan ketegangan dan rasa penasaran di film dengan tema yang sangat generik ini, tema yang juga sering muncul sebagai sub-plot di sinetron-sinetron Indonesia. Akan tetapi masalah utama The Boy Next Door adalah seluruh elemen pendukung film berusaha terlalu keras sehingga melebihi kapasitas yang diperlukan untuk mendapatkan hasil maksimal. Usaha keras untuk menghindari pencapaian medioker film-film dengan tema sejenis yang sudah ada. Hasilnya meluber kemana-mana, terutama bagian ending yang luar biasa konyol dan cenderung tak masuk akal. Tak mengherankan apabila promosi film Ini sangat mengandalkan sensualitas seorang J.Lo sebagai bahan jualan. Yang selalu dicantumkan dalam tulisan preview di berbagai media adalah adegan seks panas dan telanjang dada sang diva yang masih bahenol di usianya yang sudah 45 tahun. Entah apakah hal tersebut akan memuaskan fantasy penonton pria muda yang menyukai wanita yang lebih tua, atau tante-tante yang gemar memadu kasih dengan brondong. Yang jelas The Boy Next Door terjebak di pusaran potensi yang seadanya dan gagal untuk tampil cemerlang.  two-stars-md