Criterion LogoSelama kurang lebih tiga dekade, nama Criterion Collection dikenal sebagai brand kelas atas dalam dunia kolektor home video. Setiap judul film yang mereka rilis merupakan katalog berharga dalam sejarah sinema dunia dan selalu menjadi pusat perhatian para pencinta film. Sejak era Laserdisc hingga saat ini, mereka selalu mengutamakan desain, kualitas transfer gambar dan suplemen tambahan yang dibalut dalam kemasan dengan production value tinggi. Apalagi rilisan terbaru mereka sekarang menggunakan Dual-Format, dimana dalam satu kemasan terdapat kepingan dalam format Blu-ray dan DVD.

Dalam kualitas tentunya ada harga yang harus dibayar. Dan harga Blu-ray Criterion Collection tidaklah murah. Apalagi nilai tukar mata uang kita sangat buruk jika dibandingkan mata uang asing. Dengan total 300-an judul yang telah dirilis Criterion dalam format Blu-ray terkadang membuat para kolektor baru kebingungan untuk memutuskan film apa yang harus mereka beli. Tentu saja tiap orang mempunyai preferensi pembelian yang berbeda, entah berdasarkan film favorit, sutradara idola atau blind buy; pembelian yang berdasarkan rekomendasi orang lain.

List ini bertujuan untuk memberikan ide kepada pendatang baru di dunia koleksi Criterion. 10 judul film yang dimuat dalam tulisan bersambung ini dipilih dengan memperhatikan faktor nilai kolektabilitas dan kualitas produksi. 

(in no particular order)


1. Seven Samurai (1954) Spine #2

Seven SamuraiTujuh orang samurai dengan keahlian tarung yang berbeda bersatu untuk melindungi desa dari serangan bandit. Salah satu film paling berpengaruh dalam sejarah world cinema ini mendapatkan treatment yang luar biasa dari Criterion. Seven Samurai (Shichinin no Samurai) tampil dengan kemasan digipack berwarna hitam elegan berisi 2 (dua) Blu-ray disc berkapasitas dual-layer disertai suplemen fitur bonus yang padat. Isinya antara lain adalah wawancara dengan sutradara Akira Kurosawa dan orang-orang yang terlibat pembuatan film ini, penjelasan para pengamat film mengenai sejarah sinema Jepang dan booklet setebal 58 halaman yang berisi esai dari kritikus dan para pakar. Film ini adalah pilihan yang paling tepat untuk pembelian Blu-ray Criterion pertama sekaligus cara paling bersahabat untuk berkenalan dengan Classic World Cinema. Durasi 3,5 jam akan berlalu tanpa terasa. A Masterpiece.

package_fronta_blu-ray


2. The 400 Blows (1959) Spine #5

The 400 BlowsKisah suka duka tokoh bernama Antoine Doinel selama menjalani masa kecilnya di Paris ini secara tidak langsung adalah refleksi dari masa kecil sang sutradara Francois Truffaut sendiri. Melalui film ini Truffaut memulai gerakan La Nouvelle Vague atau yang biasa kita kenal dengan French New Wave. Gerakan yang kelak melahirkan sutradara-sutradara ternama seperti  Jean-Luc Godard, Eric Rohmer, Claude Chabrol. The 400 Blows merupakan pilihan yang tepat untuk mengenal gaya sinema eropa karena cenderung mudah untuk diapresiasi. Criterion telah memperbarui rilisan film ini dengan edisi Dual-Format. Untuk edisi DVD tersedia boxset The Adventures of Antoine Doinel yang berisi empat film tentang kisah hidup sang tokoh utama mulai The 400 Blows (1959), Stolen Kisses (1968), Bed and Board (1970) hingga kehidupannya setelah pernikahan di Love On The Run (1979).

400blowsdf3


3. The Thin Red Line (1998) Spine #536

The Thin Red Line Semua film Terrence Malick yang telah dirilis Criterion wajib untuk dikoleksi, namun jika harus memilih satu untuk memulai, maka pilihan saya jatuh pada The Thin Red Line (1998). Film drama perang yang diadaptasi dari novel karangan James Jones ini merupakan salah satu home video dengan transfer gambar terbaik yang pernah ada. Proses transfer gambarnya berada dibawah pengawasan langsung Terrence Malick dan sinematografer John Toll kemudian dilengkapi audio DTS-HD. Berbeda dengan Saving Private Ryan-nya Spielberg yang kebetulan beredar pada tahun yang sama, Malick tidak menggunakan pendekatan anti-war ke dalam film ini, sebaliknya dia menggunakan gaya visual puitis untuk menekankan bahwa perang yang sebenarnya ADA pada diri masing-masing prajurit yang memiliki problematika berbeda satu sama lain. Selain keunggulan kualitas audio-video, suplemen pendukung Blu-ray ini mencakup wawancara dengan beberapa aktor pendukung, 14 menit outtakes dan booklet berisi esai dari kritikus David Sterritt. Very recommended!

thinredlineblu4


4. Tokyo Story (1953) Spine #217

Tokyo Story

Tokyo Story (Tokyo Monogatari) sering disebut sebagai karya terbaik dari sutradara Jepang Yasujiro Ozu. Film yang bercerita tentang hubungan sepasang suami istri dan anak-anak mereka ini juga merupakan salah satu film yang paling direkomendasikan untuk berkenalan dengan sinema Jepang klasik. Gaya direksi Ozu yang subtle dengan kecenderungan untuk menggunakan sudut pandang rendah dan pergerakan kamera yang minim sangat efektif untuk memaksimalkan efek drama dari dialog antar para pemain. Hasilnya mahakarya dengan komposisi yang solid, kontemplatif dan sanggup memberikan impact yang kuat kepada penonton. Kemasan digipack cantik berisi 1 Blu-ray dan 2 DVD yang dirilis pada bulan November 2013 ini adalah penyempurnaan versi sebelumnya dimana kualitas video diperbarui dengan restorasi pada resolusi 4K dan tambahan special features seperti dokumenter ‘Talking with Ozu’ yang dibuat untuk memperingati hari kelahiran Ozu yang ke-90, lalu ‘I Lived, But…’ dokumenter yang mengisahkan hidup Ozu hingga hari terakhirnya, dilengkapi dengan booklet berisi esai dan analisis dari kritikus David Brodwell.

tokyostorydf6


5. The Battle of Algiers (1966) Spine #249

The Battle of AlgiersSutradara Gillo Pontecorvo membuat The Battle of Algiers (La battaglia di Algeri) dengan handheld camera untuk menggambarkan kacaunya situasi yang harus dihadapi kaum pemberontak di Algeria ketika melawan tentara Perancis di tahun 50-an. Perlawanan yang jaman sekarang kita sebut sebagai aksi terorisme. Kekuatan The Battle of Algiers memang terletak pada cara Pontecorvo yang menggunakan gaya dokumenter, dimana penonton seolah dibawa untuk melihat secara langsung apa yang sebenarnya terjadi di jalanan Casbah, kawasan muslim yang menjadi basis dari kelompok pemberontak FLN (Algerian National Liberation Front). Apa yang membuat The Battle of Algiers menjadi salah satu film perang yang paling berpengaruh adalah karena tema yang dihadirkan masih relevan dengan situasi politik dunia saat ini, dimana masih banyak resistensi terhadap pihak yang berkuasa dalam bentuk kekerasan seperti ledakan bom dan serangan terhadap pihak berwajib. Home Video The Battle of Algiers berisi dua keping Blu-ray yang dibungkus dalam kemasan digipack. Kualitas audio-video yang ada tidak terlalu istimewa namun isi suplemen yang diberikan sangat luar biasa karena mencakup banyak dokumenter pendukung baik dari Pontecorvo sendiri maupun refleksi sutradara lain yang karyanya terpengaruh film ini. Total ada 7 (tujuh) film dokumenter dilengkapi dengan booklet setebal 57 halaman berisi esai dari Peter Matthews dan mini-biografi dari beberapa partisipan film ini.

algiersblu4


Note: tulisan ini akan berlanjut pada bagian kedua, dimana selain memuat lanjutan judul film yang direkomendasikan, juga akan memuat tips dan info kapan waktu yang tepat untuk membeli Blu-ray Criterion dengan harga yang ekonomis. (to be continued…)