7b0icih

 

Setelah gebrakan 4 film solo Marvel (Iron Man 3, Thor: The Dark World, Captain America: The Winter Soldier dan Guardians of the Galaxy) fase ke 2 Marvel Cinematic Universe yang sukses secara komersial, sutradara Joss Whedon mengumpulkan kembali tim Avengers di Avengers: Age of Ultron  guna melindungi bumi dan manusia dari ancaman musuh baru, Ultron (James Spader).

968full-avengers--age-of-ultron-screenshot

Film dibuka dengan adegan tim Avengers menyerang markas HYDRA di Sokovia, sebuah wilayah di Eropa timur, untuk merebut kembali scepter milik Loki yang digunakan sebagai penelitian oleh petinggi sekaligus ilmuwan HYDRA, Baron Wolfgang von Strucker (Thomas Kretschmann). Setelah penyerangan tersebut, cerita mulai berkembang. Dimulai dari rencana rahasia Tony Stark/Iron Man (Robert Downey Jr.) dengan scepter milik Loki untuk proyek pertahanan dunia hingga mengakibatkan gesekan internal sesama Avengers, kegamangan yang dialami Steve Rogers/Captain America (Chris Evans) dan Thor (Chris Hemsworth), romantisme Bruce Banner/Hulk (Mark Ruffalo) dan Natasha Romanoff/Black Widow (Scarlett Johansson), menguak kehidupan asli Clint Barton/Hawkeye (Jeremy Renner), asal muasal Vision (Paul Bettany) serta ambisi jahat Ultron (James Spader) yang didukung duo kembar Maximoff, Wanda/Scarlet Witch (Elizabeth Olsen) dan Pietro/Quicksilver (Aaron Taylor-Johnson).

avengers-age-of-ultron-trailer-screengrab-4

Di bagian akting, para aktor dan aktris memerankan karakternya dengan baik. Ada beberapa karakter yang terlihat kurang maksimal dikarenakan mendapatkan porsi yang sedikit. Meskipun film ini tampak lebih gelap dan dewasa dari film sebelumnya, Whedon tidak lupa menyisipkan unsur komedi seperti slapstick superheroes dan dialog-dialog lucu yang dapat dipahami para penonton. Mengusung ragam sub-plot yang dibawa ke dalam satu film dan sebagai pendukung plot utama, tidak lantas  menjadikan semua penjabaran sub-plot menjadi maksimal. Ada yang tertutur cukup kuat tapi ada juga yang lemah. Mungkin faktor durasi film yang kurang panjang atau bisa saja menjadi awal dari sesuatu yang besar di film-film selanjutnya. Hanya pihak Marvel yang tahu atau mungkin saja hanya sebatas ini.

avengers-age-of-ultron-trailer-screengrab-16-hulkbuster-22

Selain plot, tidak adil rasanya jika hanya membahas plot tanpa sisi teknis dan visual pada sebuah film blockbuster. Sajian aksi dan efek visual yang ada di Avengers: Age of Ultron sangat memukau dan istimewa bahkan lebih bagus dan berkembang dari film sebelumnya. Koreografi pertarungan  Avengers yang epik hingga hadirnya Hulkbuster Armor milik Tony Stark menjadi hal yang ditunggu fans komik dan penonton awam. Selain itu, suara James Spader dan Paul Bettany dengan balutan CGI semakin membuat tampilan Ultron dan Vision menjadi terlihat manusiawi dan fleksibel.

Deretan cast utama Avengers: Age of Ultron masih didukung oleh aktor dan aktris pada film terdahulu. Di bagian cast pendukung, ada beberapa wajah yang familiar karena pernah muncul di film-film Marvel sebelumnya, seperti Don Cheadle (James Rhodes/War Machine), Samuel L. Jackson (Nick Fury), Cobie Smulders (Maria Hill), Anthony Mackie (Sam Wilson/Falcon), Hayley Atwell (Peggy Carter), Idris Elba (Heimdall), Stellan Skarsgård (Dr. Erik Selvig) hingga karakter-karakter baru seperti Claudia Kim (Helen Cho), Andy Serkis (Ulysses Klaue), Julie Delpy dan Linda Cardellini.

 avengers-age-of-ultron-trailer-2-screengrab-17

Meski film ini mendapatkan kritikan beragam, jangan sampai anda kehilangan gairah untuk menontonnya. Amat sangat disayangkan melewatkan kespektakuleran Avengers: Age of Ultron di layar bioskop sekaligus sebuah keping pengalaman sinematis dari rangkaian mega proyek Marvel Cinematic Universe. Walaupun Joss Whedon sudah mengkonfirmasi tidak adanya post credits scene layaknya film-film MCU, jangan langsung beranjak dulu karena ada sebuah adegan menarik di awal end credits scene.

Satu hal yang membedakan dengan The Avengers, Avengers: Age of Ultron tidak menjadi film penutup untuk fase ke 2 Marvel Cinematic Universe melainkan Ant-Man yang akan dirilis 3 bulan kemudian.

@rezaarnazd