tumblr_ntieihDucb1qej1i6o1_1280

Jika kita membahas tentang film yang bertemakan narkoba atau kartel maka sangatlah jarang film tersebut memiliki karakter utama seorang perempuan. Perempuan di film bertemakan kartel tak lebih sebuah pemanis saja. Kartel dan pemberantasannya sudah sangatlah identik dengan dunia pria yang penuh dengan kekerasan. Untuk itu Sicario memiliki hal yang menarik dimana malah ada nama Emily Blunt yang dipercaya memerankan karakter utamanya. Hadirnya sosok Emily Blunt yang memerankan seorang anggota FBI bernama Kate Macer membuat saya berpikiran bahwa film ini bakal memiliki unsur feminism yang sangat kuat, seperti apa yang telah dilakukan Mad Max Fury Road (2015) dengan Imperator Furiosa.

Tetapi ternyata saya salah. Sangat Salah.

Sosok perempuan di film garapanĀ Denis Villeneuve ini justru digambarkan sangat lemah, polos dan objek manipulasi para pria. Dengan apiknya sutradara dan penulis membuat penonton merasakan kebingungan yang sama dengan yang dialami tokoh utama. Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa Alejandro? Apa tujuan semua ini?. Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang bakal muncul saat menonton film ini. Meski di awal karakter utama diperkenalkan dengan cara-cara yang banyak digunakan film action. Kuat, hebat dan penting. Bedanya film ini dengan film action biasa adalah semakin lama karakter utama justru semakin lemah dan tidak “penting”. Berkali-kali karakter utama dibiarkan tidak memiliki peran dengan apa yang sedang terjadi. Karakter utama berada pada ruang yang sama tetapi tidak dengan fungsinya yang seakan hanya pelengkap saja.

tumblr_nv6zmoUPtH1qej1i6o5_1280

Justru pusat “kekuatan” ada pada sosok Alejandro yang diperankan oleh Benicio Del Toro. Dengan masa lalu yang samar yang menambah kesan misterius dan “menyeramkan”, sosok Alejandro mampu memberikan keseimbangan antara fungsi karakter utama dan fungsinya sendiri. Sehingga karakter-karakter di film ini tidak melenceng terlalu jauh dari pakem film-film bergenre ini. Tidak ada pemaksaan bahwa karakter utama yang dalam hal ini adalah perempuan harus selalu kuat ditengah-tengah para pria. Semua tetap seperti “kodrat” dan fakta yang ada di kehidupan nyata.

Film ini juga seperti mengkritik kebijakan US dalam memerangi narkoba. Cara pemerintah Amerika tak ubahnya cara kartel itu sendiri. Penuh kekerasan, tidak jelas mana yang benar dan salah. Sang sutradara juga tak lupa memberikan gambaran tentang pengaruh dan akibat perang narkoba ini bagi masyarakat biasa. Sosok seorang ayah yang polisi dengan anaknya yang sangat suka bermain bola membuat kita bertanya-tanya adakah hubungan dengan tema utama. Yang jawabannya baru kita ketahui di akhir film adalah sebuah contoh langsung akibat dari perang ini.

sicario1

Keabu-abuan moral dan objektif seakan bertambah kuat dengan sentuhan “gelap” ala Roger Deakins. Roger Deakins tidak membuat sesuatu yang seindah diĀ The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford (2007). Roger Deakins membuat visual yang sangat tepat guna. Shadow yang kuat, siluet, sinar-sinar lampu berwarna orange seakan mengajarkan bahwa tidak semuanya selalu berkaitan dengan “keindahan gambar” tetapi bagaimana gambar mendukung struktur cerita. Adanya insert gambar-gambar aerial view memberikan kesan bahwa ada hal yang lebih luas dari apa yang tampak. Beruntung Benicio Del Toro bisa menggunakan tenaga Roger Deakins untuk menterjemahkan apa yang di script menjadi sebuah produk visual yang tidak hanya enak dilihat tapi juga memiliki arti.

Scoring Johan Johannson tidak bisa dibantah merupakan keunggulan lain dari film ini. Dengan nuansa film yang cenderung gelap dan tempo yang cukup lambat, Johan Johansson malah membuat yang sebaliknya. Membuat penonton tidak lupa bahwa ini film thriller.

Film ini film yang bagus jika tidak mempermasalahkan pace yang lambat, unsur kekerasan dan kurangnya adegan laga. Film ini menawarkan hal lain yang lebih “dalam” dari sekedar adegan tembak menembak antara polisi dengan anggota kartel. Ada pertanyaan tentang benar atau salah, baik atau buruk yang membuat kita bakalan tetap betah menunggu jawabannya.

Semua pertanyaan tentang film akan mendapat jawaban di akhir film seperti kata Alejandro ” You should move to a small town somewhere where they still believe in the rule of law. This is the land of wolves now and you are not a wolf.”